Warning!
This copy of Website Builder is licensed for another domain!

KAMPANYE ANTI NARKOBA » YAYASAN PRESTASI GENERASI BANGSA - Because We Care
 




Free web hostingWeb hosting

KAMPANYE ANTI NARKOBA

Situasi Narkoba di Indonesia

Narkotika yang paling sering digunakan di Indonesia adalah marijuana (ganja) dengan perkiraan 1.3% dari total populasi yang menggunakannya,  sesuai laporan UNODC dalam Laporan Narkotika Dunia 2006. Zat Amphetamine (shabu) dan ekstasi juga mempunyai frekuensi pengguna yang tinggi, karena kedua zat tersebut dikonsumsi oleh 0.6% dari populasi, sementara putaw yang juga sudah tersebar meluas, dikonsumsi oleh 0.2% dari jumlah penduduk Indonesia.

Meningkatnya penggunaan ATS (amphetamine type stimulants) di Indonesia, yang melebihi popularitas opium/putau, mencerminkan sebuah tren baru dunia. Harus diingat pula, bahwa di saat Indonesia tidak populer sebagai negara produsen narkoba, ternyata di sini ada beberapa laboratorium ATS terselubung yang berhasil dibongkar pada beberapa tahun terakhir ini, yang mengilustrasikan kenaikan pengguna ATS di Indonesia.


Marijuana diproduksi pada tingkatan yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar domestik,dengan mayoritas penanamannya di provinsi Nangroe Aceh Darussalam, walaupun tanaman ini tidak diekspor dalam skala besar. Ribuan pulau di Indonesia serta lokasinya yang berdekatan dengan pelabuhan laut yang sibuk, membuat Indonesia menjadi tempat transit populer di antara daerah penghasil narkoba yang dikenal dengan Segitiga Emas dan Australia.

Meningkatnya jumlah Pengguna Jarum Suntik (IDU) turut menjadi penyumbang dalam peningkatan jumlah orang-orang yang terkena HIV. Berdasarkan penelitian di Jakarta, UNAIDS mengungkapkan bahwa sebanyak 48% dari pengguna jarum suntik telah terinfeksi HIV/AIDS.

Bagaimana mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba
Pengguna narkoba akan menunjukkan beberapa gejala seperti berikut ini:
  • Mata memerah, hidung berlendir dan mata berair.
  • Perubahan suasana hati secara tiba-tiba.
  • Perilaku-perilaku yang tidak biasa dan suka menyendiri.
  • Berganti kelompok teman.
  • Pengurangan kegiatan di luar rumah.
  • Interaksi yang minimal dengan keluarga.
  • Tampak lesu.
  • Suka mencuri.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual-mual.
  • Gelisah.
Untuk memiliki gambaran yang realistis tentang tren narkoba di Indonesia, Departemen Penelitian Yayasan Prestasi Generasi Bangsa telah menyelenggarakan beberapa survei tentang populasi kaum muda (khususnya di kalangan pelajar , Mahasiswa dan anak putus sekolah) :
  • Profil Anak-anak Muda. Tujuan dari survei ini adalah untuk mendapatkan data mendasar tentang kaum muda dan keterlibatan mereka dengan narkoba, jika ada.
  • Profil Ketergantungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan profil kecanduan narkoba.
  • Faktor Resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan antara kelompok ‘kecanduan’ dan ‘tidak kecanduan’.
  • Profil Rumah Tangga Jakarta. Tujuannya adalah mendapatkan sebuat profil rumah tangga Jakarta dan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyalahgunaan narkoba dan konsekuensi hukum dan kesehatan yang menyertainya.
  • Faktor Protectif. Survei Faktor Protektif YPGB diselenggarakan untuk mencari tahu hubungan antara pengaruh positif pada kehidupan anak dan bagaimana hal ini berpengaruh untuk melindungi kaum muda.
  • Evaluasi Program YPGB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur keberhasilan dari program kampanye kami (kampanye massal dan program pelatihan).